Ecobrick adalah bata yang ramah lingkungan yang terbuat dari limbah sampah plastik. Ecobrick menjadi salah satu contoh kreasi kerajinan yang terbuat dari limbah atau sampah plastik yang revolusioner dimana manfaatrnya sangat besar bagi kerhidupan manusia. Ecobrick menjadi salah satu solusi di tengah kebuntuan pengelolaan limbah plastik.
Seperti diketahui, sampah menjadi tantangan besar global, di mana dampaknya menimbulkan ancaman terhadap keberlanjutan lingkungan. Meskipun produksi dan pemakaian plastik telah dikurangi, limbah plastik tetap menjadi simbol buruk bagi kehidupan di Bumi.
Saat ini, ekobrik sangat populer secara global dan juga dikenal dengan sebutan seperti “Bottle Brick” atau “Ecoladrillo.” Ecobrick merupakan salah satu pemecah kebuntuan ketika pengelolaan sampah konvensional kurang begitu berpengaruh.
Pembuangan ke tempat pembuangan akhir atau pembakaran (incineration) plastik dinilai belum optimal dalam mengurangi jumlah limbah yang terus meningkat. Langkah-langkah pengelolaan dengan prinsip 3R (reuse, reduce, recycle) juga dianggap belum terwujud secara efektif. Diharapkan, ekobrik dapat menjadi upaya kreatif dalam memanfaatkan limbah plastik untuk menciptakan dampak positif pada lingkungan.
( dikutip dari https://waste4change.com/blog/apa-itu-ecobrick-manfaat-cara-membuat-contoh-kreasi-kerajinan/ )

Sebagai upaya untuk mengurangi limbah plastik dan mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi kelestarian lingkungan Kamis, 15 Agustus 2024 SMP Telkom Makassar melaksanakan Seminar Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) “Pengolahan Limbah Plastik Melalui Ecobrick”. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas VIII di Aula SMP Telkom Makassar.
Seminar P5 mengenai ecobrick kepada seluruh siswa berlangsung cukup kondusif dan atraktif. Para siswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan seminar yang disampaikan dengan menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai pembuatan maupun pemanfaatan ecobrick. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa dapat memahami material dasar yang dapat digunakan untuk memproduksi sebuah barang. Mulai dari pembuatan furnitur, perabotan indoor, hingga material pembentuk sebuah bangunan dinding sebuah ruang. Selain itu, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran para siswa untuk menjaga lingkungan yang memburuk akibat sampah plastik dan mampu bertindak sesuai dengan kemampuannya untuk turut serta dalam mengurangi sampah plastik.


Leave a Reply