Pesantren Ramadhan adalah salah satu kegiatan keagamaan yang sering dilakukan selama bulan suci Ramadhan di berbagai lembaga pendidikan, termasuk di sekolah-sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengisi waktu selama bulan Ramadhan dengan kegiatan yang mendekatkan siswa kepada ajaran agama Islam, memperkuat ibadah, dan membentuk karakter yang baik.
SMP Telkom Makassar kembali menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan pada hari Kamis dan Jumat, 6-7 Maret 2025, dengan tujuan untuk memperdalam pemahaman siswa mengenai ajaran Islam, sekaligus mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan positif. Pesantren Ramadhan ini dilaksanakan di tiga tempat berbeda di lingkungan SMP Telkom Makassar, yaitu: Kelas 7 yang berlokasi di Masjid Telkom School Lantai 2, Kelas 8 di Aula SMP Telkom Makassar, dan Kelas 9 di Masjid Telkom School Lantai 1.

Hari Pertama (Kamis, 6 Maret 2025)
Kegiatan dimulai dengan shalat dhuha dan dilanjutkan dengan literasi Al-Qur’an. Para siswa diberikan kesempatan untuk membaca Al-Qur’an dengan fokus pada pemahaman dan penghayatan isi surat yang dibaca. Kegiatan ini diikuti dengan murajaah hafalan, di mana siswa-siswi mengulang hafalan mereka dan melakukan setor hafalan di hadapan para Wali Kelas.
Setelah sesi literasi dan hafalan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi seputar ibadah yang menjadi kewajiban umat Islam, yaitu shalat, zakat, dan puasa. Materi ini sangat relevan dengan pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan. Para ustadz memberikan penjelasan yang mendalam mengenai tata cara pelaksanaan shalat yang benar, kewajiban zakat, serta tujuan dan manfaat puasa dalam bulan Ramadhan.
Hari pertama kegiatan pesantren Ramadhan diakhiri dengan pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah yang diikuti oleh seluruh peserta dengan khusyuk. Hal ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan di antara sesama siswa dan pengurus pesantren.
Hari Kedua (Jumat, 7 Maret 2025)
Kegiatan pesantren Ramadhan pada hari kedua dimulai dengan kembali melaksanakan shalat dhuha sebagai bentuk syukur dan mengawali aktivitas dengan doa. Kemudian, siswa-siswa kembali mengikuti sesi literasi Al-Qur’an dan melanjutkan murajaah hafalan serta setor hafalan.
Setelah itu, materi yang disampaikan pada hari kedua semakin memperdalam wawasan agama siswa. Pembahasan dimulai dengan materi tentang Baitul Mal, yakni lembaga yang mengelola zakat dan sedekah dalam Islam, yang bertujuan untuk menyalurkan kekayaan kepada yang berhak menerimanya. Materi dilanjutkan dengan kisah nabi dan sahabat, yang mengisahkan teladan hidup Rasulullah SAW dan para sahabat dalam memperjuangkan ajaran Islam. Selain itu, juga disampaikan tentang akhlak dan adab Islami, yang mengajarkan siswa-siswi untuk selalu berperilaku baik dan menjaga kesopanan dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti hari pertama, kegiatan di hari kedua juga ditutup dengan shalat dhuhur berjamaah. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi seluruh peserta untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang telah dipelajari selama dua hari Pesantren Ramadhan.

Pesantren Ramadhan memiliki banyak manfaat yang sangat penting bagi perkembangan spiritual dan karakter siswa. Kegiatan ini bukan hanya mengajarkan mereka tentang agama, tetapi juga membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih baik, peduli terhadap sesama, dan lebih dekat dengan Allah SWT. Oleh karena itu, pesantren Ramadhan menjadi salah satu kegiatan yang sangat berharga dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan agama yang kuat, serta akhlak yang mulia. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat menjalani kehidupan mereka dengan lebih penuh makna, serta menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan taat kepada agama.
Pesantren Ramadhan di SMP Telkom Makassar ini memberikan dampak positif bagi siswa-siswi dalam mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat. Dengan tema yang berfokus pada ibadah dan akhlak Islami, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar siswa. Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman yang bermanfaat dan terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.

Leave a Reply