Pada hari Senin, 16 Desember 2024, SMP Telkom Makassar menggelar kegiatan yang menarik dan penuh semangat, yaitu lomba pojok baca kelas. Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa serta memperkenalkan pentingnya literasi sejak dini. Sebanyak 26 kelas dari tingkat 7, 8, dan 9 ikut berpartisipasi dalam kompetisi yang penuh kreativitas ini.
Lomba pojok baca kelas ini mengajak setiap kelas untuk mendesain dan menyusun pojok baca di ruang kelas mereka masing-masing. Setiap pojok baca diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk menyimpan buku, tetapi juga menjadi sarana yang menginspirasi siswa untuk gemar membaca. Desain pojok baca yang menarik, tertata rapi, serta kaya akan sumber bacaan menjadi kriteria utama penilaian.

Proses penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari para ahli dan praktisi di bidang literasi dan pendidikan. Mereka adalah:
Bapak Tulus Wulan Juni Seorang pustakawan yang juga seorang inovator dan fasilitator di Dinas Perpustakaan Kota Makassar. Bapak Tulus memiliki pengalaman luas dalam mengembangkan budaya membaca di berbagai kalangan, termasuk di lingkungan sekolah. Ibu Rezky Amalia Syafiin Seorang public speaking enthusiast, pegiat literasi, serta Duta Baca Sulawesi Selatan 2018-2020. Ibu Rezky memiliki perhatian khusus terhadap pengembangan budaya literasi di kalangan remaja. Dengan latar belakangnya yang beragam, beliau memberikan perspektif yang berbeda dalam menilai kreativitas dan kebermanfaatan pojok baca. Ibu Widya Vitaloka – Guru Bahasa Indonesia di SMP Telkom Makassar yang memiliki pengalaman dalam mengajar dan memotivasi siswa untuk mencintai buku.
Penilaian lomba ini mencakup beberapa aspek, seperti kreativitas dalam penyusunan pojok baca, keberagaman jenis buku yang disediakan, serta bagaimana pojok baca dapat menjadi tempat yang menyenangkan dan bermanfaat bagi siswa. Para juri juga menilai sejauh mana pojok baca mendukung aktivitas literasi dan menjadi sumber inspirasi bagi seluruh warga sekolah.

Lomba pojok baca kelas di SMP Telkom Makassar tidak hanya bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih baik, tetapi juga untuk menggugah kesadaran siswa akan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, siswa dapat lebih termotivasi untuk membaca dan mengembangkan pengetahuan mereka.
Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas yang luar biasa dari seluruh kelas yang berpartisipasi, lomba pojok baca ini menjadi langkah positif dalam menciptakan budaya literasi.

Leave a Reply