Pada hari Jumat, 20 Juni 2025, SMP Telkom Makassar sukses menyelenggarakan kegiatan Pameran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan Pentas Seni untuk siswa kelas 7 dengan mengusung tema “Menjaga Tradisi di Tengah Modernisasi”. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30 ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 7, para guru, staf sekolah, serta orang tua siswa yang turut hadir memberikan dukungan dan apresiasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada peserta didik, khususnya yang berkaitan dengan kebudayaan khas Sulawesi Selatan, sekaligus menjadi ajang untuk menggali kreativitas dan meningkatkan rasa cinta terhadap budaya bangsa di tengah arus globalisasi.
Bagian pertama dari kegiatan ini adalah pameran yang menampilkan beragam kekayaan budaya tradisional Sulawesi Selatan. Siswa dengan antusias mempersembahkan berbagai macam Makanan Tradisional, Kerajinan Tangan, Pakaian Tradisional, serta Peralatan Tradisional.
Setelah pameran, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni yang menampilkan bakat-bakat siswa dalam seni pertunjukan yang terinspirasi dari budaya lokal. Beberapa penampilan yang memukau para penonton di antaranya Tari Tradisional, Pertunjukan Musik Tradisional, Vokal dan Teater, serta Permainan Tradisional.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya, terutama di kalangan generasi muda. Melalui pameran dan pentas seni ini, para siswa tidak hanya belajar mengenal budaya, tetapi juga belajar untuk menghargai identitas lokal di tengah tantangan modernisasi.
Kepala sekolah, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh siswa, guru pembimbing, orang tua, dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan memperkuat karakter pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang berakhlak dan berwawasan kebangsaan.
Pameran P5 dan Pentas Seni ini tidak hanya menjadi sarana edukatif, tetapi juga sebagai panggung ekspresi budaya yang menggugah semangat pelestarian tradisi di tengah gempuran arus modernisasi.

Leave a Reply