Makassar, 13 Agustus 2025 Pukul 09.00 WITA, beberapa siswa-siswi SMP Telkom Makassar mengikuti kegiatan Museum Keliling yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Museum Kota Makassar. Kegiatan ini menjadi ajang edukasi sekaligus hiburan yang memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya secara langsung kepada generasi muda.
Acara diawali dengan sambutan hangat dari Kepala SMP Telkom Makassar, Bapak Muhamad Irjan Marsaoly. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Kebudayaan Museum Kota Makassar yang telah menghadirkan program ini. “Kegiatan Museum Keliling bukan sekadar membawa koleksi sejarah ke sekolah, tetapi juga membawa semangat mencintai dan melestarikan budaya bangsa kepada para siswa,” ujar beliau.

Program Museum Keliling ini memang dirancang untuk menjangkau sekolah-sekolah dan masyarakat luas, agar wawasan sejarah dan budaya dapat dinikmati tanpa harus datang langsung ke museum. Koleksi yang dibawa meliputi replika artefak bersejarah, foto-foto dokumentasi masa lampau, hingga informasi tentang tokoh-tokoh penting dalam sejarah Kota Makassar dan Sulawesi Selatan. Semua ditampilkan secara interaktif dan mudah dipahami oleh pelajar.
Para siswa terlihat begitu antusias mengikuti setiap sesi penjelasan dari petugas museum. Mereka diajak mengamati benda-benda bersejarah, mendengarkan cerita-cerita menarik di baliknya.
Selain memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya lokal. Banyak siswa yang mengaku baru pertama kali melihat langsung replika benda bersejarah yang biasanya hanya mereka lihat di buku pelajaran. Pengalaman tersebut membuat mereka semakin memahami pentingnya melestarikan sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa.

Acara berlangsung dengan lancar hingga selesai, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Dinas Kebudayaan Museum Kota Makassar berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk terus mendekatkan museum kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Sementara itu, pihak SMP Telkom Makassar berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan edukatif semacam ini demi memperkaya wawasan siswa di luar pembelajaran formal.
Dengan adanya Museum Keliling, terbukti bahwa pembelajaran sejarah dan budaya tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Justru, melalui pengalaman langsung seperti ini, siswa dapat belajar dengan cara yang menyenangkan, interaktif, dan penuh makna.

Leave a Reply